Sejarah UNIX

UNIX dimulai saat sebuah group penelitian dari AT&T Bell Laboratories, General Electric dan Massachusetts Institue Of Technology, bekerja sama dibawah proyek MULTICS (Multiplexed Information Computing System) tahun 1968. Dua orang peneliti AT&T Bell Laboratories bernama Ken Thompson dan Dennis Ritchie mengembangkan UNIX bersama-sama dengan para peneliti yang lain dibawah proyek MULTICS ini. UNIX dimaksudkan untuk menjadi system operasi yang multiuser dan multitasking dan untuk memenuhi keinginan tersebut UNIX ditulis ulang pada tahun 1973 menggunakan bahasa C (UNIX pertama kali ditulis menggunakan bahasa B ). Ini memungkinkan UNIX untuk bisa di develop ulang ke berbagai platform hardware tanpa harus menuliskan kode yang spesifik ke tiap platform. Kemudahan develop ini masih bertahan sampai sekarang sehingga varian – varian UNIX tersedia dari PC sampai Superkomputer .

Seiring pertumbuhan UNIX, Bell melisensikan system operasi ini kebeberapa institusi resmi dan pendidikan, salahsatunya ke departemen Ilmu Komputer dari Universitas Berkeley California, yanng akhirnya menghasilkan beberapa cloning dari UNIX itu sendiri dengan kode BSD (Berkeley Software Distribution). Pengembangan distribusi ini didukung penuh oleh DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency), termasuk protocol super hebat TCP/IP yang menjadi nyawa Internet yang populer sekarang ini.Namun dengan mulai munculnya bermacam-macam jenis UNIX, maka untuk memecahkan masalah ini Institute of Electrical Engineers (IEEE) mengembangkan standar ANSI (American National Standards Institute) baru yang disebut sebagai standar POSIX (Portable Operating System Interface for Computer Environments). Standar inilah yang mendefinisikan bagaimana operating system mirip UNIX/Clone UNIX dioperasikan, standar ini juga mengatur secara detail penggunaan system calls(rutin kernel) dan interface system tersebut. Standar ANSI menjadi pemecah masalah-masalah kompatibilitas dan membantu pengembangan UNIX lebih lanjut.

Semakin banyaknya distribusi system mirip UNIX terjadi, dan dengan seluruh kelebihan yang dipunyai masing masing system, bagaimanapun satu hal menjadi jelas: UNIX dikembangkan untuk workstation dan mini komputer. Artinya para pelajar pada Universitas-Universitas besar tidak bisa menggunakan varian tersebut untuk mencoba aplikasi UNIX pada Personal Komputer (PC) mereka di akhir 1980-an dan awal 1990-an. Bahkan walaupun Professor Andrew (Andy) Tanenbaum telah menciptakan MINIX, varian mini dari UNIX, hal itu tidak memiliki seluruh fungsi UNIX yang diinginkan oleh para mahasiswa saat itu,..terutama untuk mahasiswa bernama Linus Torvalds..sehingga muncullah LINUX sebagai varian UNIX yang paling fleksibel berjalan dihampir semua platform hardware yang ada sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: