Sistem Biometri Cegah Paspor Ganda


Pembuatan paspor dengan menggunakan sistem biometrik (sidik jari), yang kini diterapkan oleh Imigrasi telah mencegah modus pembuatan paspor ganda (duplikasi paspor). Penjelasan itu disampaikan oleh Kepala Biro Humas dan Hubungan Luar Negeri Depkum dan HAM, Taswem Tarib, di Jakarta, Senin, saat memberikan penjelasan tentang keunggulan paspor biometri. Pembuatan paspor dengan sistem biometri yang mulai diterapkan pada 6 Pebruari 2006, dan secara serentak dilakukan di seluruh Kantor Imigrasi di seluruh Indonesia pada 12 Juni 2006, telah berhasil mendeteksi upaya pembuatan paspor ganda sebanyak 1800 paspor. “Sistem ini mampu menemukan orang yang mencoba memiliki paspor ganda,” kata Taswem yang saat menyampaikan penjelasan kepada wartawan didampingi Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi, Soepriyatna Anwar. “Sampai saat ini Imigrasi sudah menerbitkan 700 ribu paspor biometri. Dan lebih 1800 kasus duplikasi paspor,” katanya. Sedangkan dari tanggal 12 Juni hingga 16 Juni ditemukan kasus duplikasi paspor sebnyak 181 kasus yang tersebar di 46 Kantor Imigrasi. Ketika ditanya, siapa yang banyak melakukan praktek pembuatan paspor ganda, Taswem menjawab pada umumnya untuk keperluan para TKI (Tenaga Kerja Indonesia -red). Terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan paspor ganda itu, menurut Taswem, saat ini masih dalam pengusutan. Data tersebut menunjukkan bahwa sistem pembuatan paspor dengan sistem biometri mampu mencegah orang yang mencoba melakukan tindakan pembuatan paspor ganda. Selain itu, sistem biometri itu juga mengurangi praktik pemalsuan paspor. “Kita bisa mengurangi secara signifikan kasus pemalsuan paspor dan pembuatan paspor ganda. Dan sistem ini telah berjalan dengan baik, hal itu terbukti dengan telah terdeteksinya praktek pemalsuan paspor dan kasus paspor ganda,” katanya. Keunggulan lain dari sistem paspor biometri itu antara lain sistem ini menyimpan data biometri si pemegang paspor sesuai dengan sistim yang diterapkan oleh Internasional (Organisasi Penerbagangan Sipil Internasional/ICAO). Sistemnya on line pada Kantor Pusat dan 103 Kantor Imigrasi yang tersebar di seluruh Indonesia, yang menyediakan fasilitas sistem pencekalan secara tersentralisasi. “Sistem paspor biometri ini pertama kali di Indonesia menerapkan jaminan adanya `single identity`. Sistem ini juga meningkatkan kredibilitas paspor RI di mata internasional karena telah sesuai dengan standar Internasional,” demikian Taswem. antara/pur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: