Biometrik Authentication


 

2.3  Biometric authentication

Dari  konsep tersebut dapat dinyatakan bahwa autentification dalam security adalah hal yang sangat penting untuk menjaga keamanan data, namun sudah banyak teknologi yang diterapkan untuk mejaga keautentikan tersebut, akan tetapi hal itu banyak kendala dalam penerapanya dan masih kurang memberikan perlindungan yang aman. Teknologi biometrik menawarkan  autentikasi secara biologis memungkinkan sistem dapat mengenali penggunanya lebih tepat. Terdapat beberapa metode diantaranya : fingerprint scanning, retina scanning, dan DNA scanning. Dua metode terakhir masih dalam taraf penelitian, sedangkan fingerprint scanning saat ini telah digunakan secara luas dan digunakan bersama-sama dengan smartcard dalam proses autentikasi.

2.3.1  Apakah  Sidik jari

Di  Amerika Utara, seorang bernama E. Henry di tahun 1901 telah sukses lebih dahulu menggunakan sidik jari  untuk identifikasi pemberhentian pekerja untuk mengatasi  pemberian upah ganda.

 

 

Sistem Henry berasal dari pola  ridge yang terpusat  pola jari tangan, jari kaki,  khusunya telunjuk. Metoda yang klasik  dari  tinta dan menggulung jari pada suatu kartu cetakan menghasilkan suatu pola ridge yang unik  bagi  masing-masing digit individu.

Hal ini telah dapat dipercaya membuktikan bahwa tidak  ada dua individu mempunyai pola ridge serupa, pola ridge tidaklah bisa menerima warisan, pola ridge dibentuk embrio, pola ridge tidak pernah berubah dalam hidup, dan hanya setelah kematian dapat berubah sebagai hasil pembusukan. Dalam hidup, pola ridge hanya diubah secara kebetulan  akibat,  luka-luka, kebakar, penyakit atau penyebab lain yang tidak  wajar. Identifikasi dari sidik jari memerlukan pembedaan tentang bentuk keliling  papillary ridge tak terputuskan yang diikuti oleh pemetaan tentang gangguan atau tanda anatomic ridge yang sama. Ada 7 pola papillary ridge:  

         Loop 

         Arch   

         Whorl

         Tented Arch

         Double Loop

         Central Pocked Loop dan

          Accidental

 

Dari ketujuh pola tersebut ada tiga pola papillary ridge yang paling umum digambarkan di bawah.( Loop´ mempunyai 1 delta dan antar baris pusat pada loop dan akan ditunjukkan pada delta. Sebuah whorl mempunyai 2 delta dan antar baris delta harus jelas. Sebuah arch tidak punya delta).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: